Jumat, 04 Oktober 2013

HE is GONE!!!

Sulit untuk  memposting ini. 19.08.12 kurang 10 menit jam 6 pagi saya kehilangan beliau untuk selamanya.Tiba-tiba. speechless sampe air mata itupun nggak sanggup untuk menetes. Rasanya seperti mimpi. Ayahanda tercinta pergi untuk selamanya. Meninggalkan maaf yang tak terucap. Meninggal kecup dan peluk yang belum sempat saya berikan kepada beliau.

Mimpi-mimpi itu akhirnya menjadi nyata.
Mimpi yang sejak Agustus 2012 3x mampir dimalam-malamku.
Tidak pernah terbersit dalam benak bahwa mimpi itu kan jadi nyata.
Sebuah mimpi yang saya anggap hanyalah bunga tidur.

"Pak... kenapa mesti ninot yang mendapat mimpi itu? Apa bapak ingin menyampaikan sesuatu untuk anakmu ini?"
Masih teringat jelas saling tatap yang penuh bisu antara ayah dan anak di malam takbiran. Lama..lama sekali kami saling tatap tanpa berkata. Sebelum bapakku kembali tidur, beliau sempat bilang "Masih Laku uang besok nak, jangan terlalu banyak jajan nah" Ya.. Saya sangat paham maksud beliau. Sayapun sangat setuju dan mengiyakan ucapan beliau dalam hati.

Malam itu kami tidur ber4 dikamar ibu & bapakku, tapi ada yang aneh malam itu. Hening. Betul-betul hening. Ketika yang lainnya sudah tertidur pulas, sayapun ingin segera beristirahat agar bangunnya esok tidak kesiangan. Namun seperti yang saya katanya tadi, HENING! Hening ini membuat saya malah tidak bisa memejamkan mata. Otakku tidak berhenti berfikir tanpa tahu apa yang sebenarnya saya pikirkan malam itu. Mungkin saya GELISAH! Tapi apa yang membuat saya sangat gelisah?? Tiba-tiba pikiran menakutkan itu lewat begitu saja dipikiranku..
Ya Allah apa bapakku MENINGGAL?? tanyaku dalam hati.
Pikiran itu semakin buat pikiran dan hatiku tidak tenang. akhirnya kuputuskan untuk melihat bapak yang tertidur disamping ibuku. ANEH! malam itu benar-benar HENING! sampai-sampai suara pendingin udarapun tak terdengar. Lama saya memperhatikan beliau. Setelah saya memastikan beliau masih bernafas, sayapun menarik nafas panjang dan mencoba untuk memejamkan mata lagi.  Tetap tidak bisa! Dan yang membuat pikiran dan perasaanku campur aduk karna pikiran bahwa bapakku sudah meninggal lagi-lagi datang. Kali ini rasanya lebih nyata. Saya bingung.. betul-betul kebingungan.
Ada apa dengan Bapak saya Ya Allah?? Ada apa dengan mimpi-mimpi dan pikiran-pikiranku ini??
Sayapun memastikannya kembali sambil berharap cemas namun syukur alhamdulillah... tidak seperti yang saya takutkan. lagi-lagi saya menarik nafas panjang. berdoa dan mencoba untuk tidur.

Beberapa jam kemudian terdengar adzan Subuh, terdengar pula ibu dan bapakku bersiap menuju mesjid dekat rumah kami. Sepulang dari Mesjid Bapakku dan Ibuku bergantian membangunkan saya dan kakakku untuk segera bangun sholat Subuh dan bersiap untuk sholat ied. Ketika saya bangun dan keluar dari kamar yang pertama terlihat adalah wajah bapakku yang ceria dan tersenyum lalu berkata..
"Bangunmi tawwah ibu anakku.. Ayo siap-siap cepat nak, kan mau sholat ied di Karebosi toh!!?" kata beliau sambil tersenyum
Saya hanya menjawab "Tidak usahmi disana Pak, di depan rumah saja. Sama-samaki saja semua sholat Ied didepan". Ibu berencana untuk sholat Ied di Lapangan Karebosi, sudah sangat lama Kami se-keluarga tidak sholat Ied disana. Namun entah Mengapa, bapakku sehari sebelumnya bilang ke ibu bahwa beliau mau sholat didepan rumah saja. Kata beliau lagi, kalau Ibu dan anak-anak mau sholat di Lap. Karebosi pergi saja, Bapak tetap ingin sholat di Lap. depan rumah kami saja (dengan nada yang lemah lembut).

Saya sempat melihat senyum bahagia diwajah bapakku mendengar keinginanku untuk sholat Ied di Lapangan depan rumah. Sambil berlalu meninggalkan beliau untuk segera bersiap mandi. Baru saja mengguyur tubuh dengan air yang terasa begitu dingin, saya mendengar ibuku berteriak histeris memanggil-manggil bapak sambil terdengar berlarian ke tangga. Saya kaget sekali. Saya segera berpakaian kembali dan berlari juga ke atas. Ibuku semakin histeris memanggil namaku dan kakakku. Bapak kena serangan jantung, Ya Allah apa itu jawaban dari kegelisahan-kegelisahaanku selama ini. Saya terpaku hanya bisa menggenggam jemari bapakku sambil sesekali memanggil beliau. Kakakku segera memanggil bantuan tetangga sebelah rumahku.. Saya tidak ingat pasti lagi detail kejadiannya, yang teringat hanya ibu yang terus memanggil-manggil bapak sambil sesekali berkata "Pak bangunki bapak sayang, mauki lebaran sama-sama..mauki sholat sama anak-anak toh!? bangunki bapak sayang..."
"Ya Allah...Ya Allah...Ya Allah..." hanya itu yang sanggup saya ucapkan dalam hati.
Semuanya berjalan sangat cepat, tiba-tiba tetanggapun datang membantu. Bapak masih hidup, Saya tau beliau masih bernyawa. Semua yang ada disitu bingung tidak tahu harus berbuat apa. akhirnya diputuskan untuk melarikan beliau ke Rumah Sakit terdekat setelah kondisi nafasnya mulai terlihat sedikit teratur. Namun sesat sebelum diangkat saya melihat bapak menarik nafas panjang. "Pak....."kataku sambil meneteskan air mata. beliaupun segera diangkat menuju ke mobil kami. Kakakku yang menyetir, Ibu memeluk kepala bapak sambil terus memanggil-manggil beliau tepat ditelinganya dan sesekali menuntun beliau. Saya memegang kaki beliau. DINGIN!! Kakinya dingin. Nnamun separuh tuluhnya masih hangat. Hati dan pikiran kami bertiga benar-benar berkecamuk. Saya berinisiatif menelepon keluarga-keluarga terdekat dan mengabari bahwa kami OTW RS karna bapak terkena serangannjantung dan tidak sadarkan diri. Tiba-tiba ada terbersit bahwa bapakku telah tiada. Namun air mata itu tertahan oleh rasa kaget dan tidak percaya di hati.

Sesampainya di RS. Grestelina Makassar, suasana RS sangat sepi mungkin karena pada saat itu memang masih sangat pagi dan orang-orang sedang bersiap untuk melaksanakan sholat Ied. Beberapa menit kami memanggil-manggil dan mencari perawat, petugas, dokter jaga atau siapalah yang bisa kami temui di ruang UGD. Tak lama datanglah dengan berlari seorang perawat mendorong sebuah ranjang dorong. SATPAM dan beberapa petugas RS yang melihat kejadian itu yang jaraknya tidak begitu jauhpun mendekat dan menolong menurunkan bapakku dari mobil. Dokter jagapun terlihat berlari dari ujung pintu UGD bagian dalam.Doketr tersebut langsung memeriksa kondisi bapak.
"Maaf bu bapak sudah meninggal" kata dokter jaga tersebut.
Ibuku terlihat sangat tegar berdiri disamping tubuh ayahku yang sudah kaku tak bernyawa. Kakakku yang baru saja memarkirkan mobil menyusul masuk UGD dan bertemu dengan saya didepan pintu. Tanpa kata, saya melihat mata kakakku seperti bertanya "bangaimana bapak?" dan tanpa kata pula saya mengisyaratkan bahwa bapak sudah tidak ada. Seketika mata kakakku terlihat sangat sedih, sangat emosional, dan kebingungan, tiba-tiba hp-nya berbunyi dan.. "Om... tidak adami bapakku"sambil menagis.

Rasanya kakiku seperti tidak menapak. Melayang. Saya Mendengar suara-suara dokter, perawat dan Ibuku membicarakan untuk segera memproses kepulangan ayahku dengan menggunakan ambulance RS. Mendengar itu, sayapun memberi kode ke perawat sambil berjalan keluar UGD menuju tempat registrasi, saya mengambil alih tugas itu sedangkan kakakku menjawab telpon-telpon dari keluargaku.

Di dalam ambulane menuju ke rumah hanya Saya, Ibu, dan dua petugas Rumah Sakit yang ikut berdiam didalam ambulance tersebut.. Kulihat jelas raut wajah ibuku yang sedih namun mencoba tegar. Tidak ada air mata yang menetes namun saya tau betul kesedihan yang beliau rasakan. Sesaat sebelum benar-benar tiba di depan rumah kami, terdengar dari pengeras suara yang mengumumkan kabar kepulangan Bapakku ke Rahmatullah. Rasanya betul-betul campur aduk. Setibanya didepan rumah terlihat beberapa keluargaku, nenekku yang dipapah masuk ke dalam rumah. Pecah;ah tangisan dari keluarga yang sudah menunggu dirumah. Kami bergegas menyiapkan rumah, semua kursi diangkat keluar, hanya ada 1 kasur diruang keluargaku dan karpet-karpet yang membentang. Ketika bapakku diletakkan dikasur itu lagi-lagi tangisan tak terbendung lagi. Nenek..Nenekku yang merupakan ibunda dari bapakku menangis sekencang-kencangnya. Nenek tidak pernah jauh dari jasad anak pertamanya tersebut. nenek juga tak henti-hentinya menciumi pipi bapakku.

Saya harus tenang. Saya harus tenang diantara ke-histerisan keluarga dan beberapa tetangga yang sudah memenuhi rumahku sehabis bubaran sholat Ied. Saya meminta saudara sepupuku untuk mengabari semua kontak telepon yang ada di hp bapak dan ibuku. Saya membantu menyiapkan semuanya yang dibutuhkan dirumah. Kakakku dibantu beberapa kawan dan tetangga menyiapkan tenda dan kursi-kursi. Kakak Ibuku dibantu Adik dari bapakku menyiapkan tanah pekuburan dan kain kafan dan lainnya. Sesekali saya melintas dan melihat ibuku dan nenekku yang tidak pernah beranjak dari samping jasad bapakku. Terlihat ibuku selalu berusaha menahan tangis namun sangat sulit menahan ketika orang-orang bergantian masuk untuk melihat wajah bapakku untuk terakhir kalinya. Semua tetangga kaget. Tidak ada yang percaya karna bapakku masih sempat sholat subuh di Mesjid dan melempar senyuman kepada beberapa tetangga yang ditemuinya dan tanpa ada sapaan dari bapak yang sudah menjadi ciri bapakku. Tidak ada yang menyadari keganjilan-keganjilan sikap bapakku yang tidak seperti biasanya sebagai pertanda bahwa beliau akan kempali padaNya.

Begitu pula dengan semua keluargaku. Banyak keluarga yang berdatangan hari itu. Di Hari yang Fitri tersebut. Saya tahu bahwa bapakku sangat bahagia saat itu, beliau pasti tersenyum melihat banyak orang yang berkunjung kerumah kami. Banyak sekali jumlahnya. tak henti-hentinya orang-orang bergantian masuk ke rumah kami. Bapakku semasa hidupnya sangat senang bila banyak orang yang datang berkunjung kerumah kami. Banyak yang ikut men-sholati beliau di Mesjid itu. Banyak pula yang mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. Keluarga, tetangga, teman kantor bapak dulu, teman ibu, teman kakak, kenalan-kenalan bapak, teman-teman SMP, SMU hingga kuliahku juga turut hadir semua mengantarkan ayahanda tercinta menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Saya mewakili keluarga menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya buat semua pihak yang sudah membantu kelancaran prosesi pemakaman ayahanda tercinta. Kami beserta kelurga memohonkan maaf atas kesalahan dan kekeliruan yang pernah beliau lakukan semasa hidupnya.

Rumah kamipun tidak pernah sepi, setiap hari selalu banyak didatangi orang-orang yang ingin menyampaikan keprihatinan dan berduka atas kepulangan beliau dan juga memberi support untuk kami keluarga yang ditinggalkannya.

Ya Allah... Sayangilah beliau. Berikanlah tempat terindah disisiMu untuknya, lapangkan kuburnya, hindarkan beliau dari siksa kuburMu dan Jaga selalu beliau hingga waktu kami akan berkumpul bersama lagi. Ya Allah berikan ketabahan dan hati yang lapang untuk Ibukku, Nenek dan seluruh keluargaku untuk senantiasa mengikhlaskan kepergian beliau..aamiin...aamin Ya Robbalalamin..

Teringat kembali mimpi-mimpiku sejak memasuki bulan agustus waktu itu. Didalam mimpi tersebut saya bertemu dengan banyak orang yang bersalaman dan beberapa diantaranya yang memelukku dan berkata "Sabar Ya" atau dengan "Sabarki nah, nak" dalam mimpi itu saya tidak melihat sama sekali jenasah bapakku, hanyalah orang-orang yang memintaku untuk bersabar. Dan itu yang sedang saya coba lakukan.. bersabar dan mengikhlaskan. Mimpi itupun BUKAN sekedar mimpi. Ayahanda tercinta pergi untuk selamanya..

Kamis, 18 Juli 2013

JANGAN TAKUT BERBISNIS

Banyak banget orang-orang yang tertarik berbisnis. Sepertinya sangat menyenangkan ya ketika memikirkan keuntungan-keuntungannya kelak. Namun banyak juga orang yang akhirnya mengubur impian-impian bisnisnya karna kebanyakan mikirin resiko.

koq bisa gitu ya??
yaahh tentu aja, karna sebagian orang tersebut hanya fokus pada hasil akhir yakni keuntungan. namun, begitu mereka sadar akan resiko-resiko yang mungkin menghadang, mereka mendadak jiperr terus mundur deh..

kalo gw sih, semua hal yg kita hadapi tiap hari pasti punya resiko. besar kecilnya resiko tuh relatif tergantung apa yg menjadi pembandingnya. resiko-resiko, naik turunnya bisnis harusnya bisa dinikmatin aja. Gak perlu TAKUT duluan. Yakin aja setiap orang akan punya jalan penyelesaian-peyelesaian dari dalam diri/pemikiran mereka sendiri.

Coba bayangin, kita berhasil melewati rintangan tersebut dan gak TAKUT sama resiko-resiko itu, ketika kita sampai GOAL yang kita tentuin tuh rasa PUASnya luar biasa. Rasa SYUKURnya juga luar biasa karna kita akan tersenyum dan ngomong dalam hati "Untung gw gak mundur pas dapat rintangan kemarin" :)


gambar diambil dari salah satu sumber di google


Kuncinya MINDSET aja koq teman-teman. Kalo kita yakin...Insya Allah :)

Note: Target harus spesifik,bisa terukur, bisa dicapai, realistis, dan punya batas waktu pencapaian

Senin, 06 Desember 2010

am I Happy??? No!!! I am sad,,

Dah lama gk posting nihh,, kali ini agaknya kurang mengenakkan untuk dibaca. hmm... ni tentang my bii (sebutan untuk partner alias pacar saya). 03 desember 2010 pukul 02.15 hpku bunyi, smspun diterima. ya kalo jam segitu yang call ataupun text me pasti bii, YUP!! betul skali dari bii. ya biasanya juga standar, say haiiii... before we sleep. buka, baca, ASTAGFIRULLAH....!!!!!!!!!!!!! kaget, beneran kaget! 
Ndut jatuh ka di camba!!
huhuuuuhhuuu,,, kaget tapi juga sedih dengar berita itu. nih becanda bukan!!! ahhh... gak mungkin becandaannya gini. akhirnya telpon bii..
me :  Halo, assalamu alaikum bii... 
bii  :  waalaikum salam ndut,, ndut jatuh ka... (sambung bii)
me :  hmm...trus gimanami?? napa bisa????? (penasaran ma kondisinya)
bii pun panjang kali lebar jelasin kejadiannya. semuanya begitu cepat katanya sambil sesekali meringis karna merasakan peri pada bibirnya. luka katanya sih gak begitu parah. hanya memar pada lutut kanan, luka memar dibagian wajah, bibikr atas yang sedikit ekgores kena kaca dan gigi depan patah satu. hah!!!! segitu dibilang gak parah!! dah gila kali nih anak gara kepalanya sedikit kebentur pas kecelakaan itu,,ckck.

suka sedih nih ampe sekarang karna belom sempat nengokin bii karna kesibukan yang paling gak asik ini. belom mestiin kalo bocah edan itu memang gak apa-apa. tiap kali ngecek keadaan dia tapi dia malah bawa becanda terus, skalian saja kalo gitu, saya sekarang panggil cippe' saja yaa!!!! 
ahahhahahaha...... (tawa bii setiap kali saya manggil dia bii cippe')

Gambar diambil dari.... (aduuh lupa dari mana,,heheh)
yang bikin saya makin kesal tuh karna saya buka tipe orang yang bisa bilang...
duuhhh...kamu kenapa?? udah sehat belom??? banyak istirat yaa...bla..bla..blaa..
yeaahh saya memang bukan cewek romantis ataupun perhatian yang melo. saya beneran kawatir loh dengar keadaan kamu bii. beneran!!! mudah-mudahan kamu cukup ngerti sifat dan sikap aku. smoga kamu gak pernah beranggapan kalo saya gak peduli dengan kondisi kamu sampe-sampe gak sempat nengokin. 
terus..koq kamu terlihar biasa-biasa ajja??? 
me : am I Happy??? No!!! I am sad,,
Ya Allah... sembuhkan bii...,, berikan yang terbaik hanya untuk dia.  Jaga bii selalu u ntuk ndut ya rabb...amin.
ndut sayang bii :) <3                                                                                                                              

Sabtu, 20 November 2010

7 Jam 23 menit

jumat kemaren akhirnya punya kesempatan ma waktu ketemu ma bii,,
standar sihh...makan,, muterin kota Makassar di sore hari,, 
hunting-hunting "maknum" ehh gk dapat -_-,,
malamnya lanjut nemenin bii urusin event, yaahh cuma beberapa jam saja sih tp lumayan bisa ikut nyemplung kehidupnya dia, maen ma temannya juga,,
sebelum pulang mampir late dinner, 
me >> nasi goreng yam cho, bii >> kwetiau goreng
yamm..yamm..enyak..enyak...,,,
abis ituh langsung pulang ^_^
walau gk seharian..tp sepenuh hati koq :) *biindutt

Paramore - The Only Exception

When I was younger I saw my daddy cry
and curse at the wind.
He broke his own heart and I watched
as he tried to reassemble it.

And my momma swore
that she would never let herself forget.
And that was the day that I promised
I'd never sing of love if it does not exist.

But Darling,
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.

Maybe I know somewhere
deep in my soul
that love never lasts.
And we've got to find other ways
to make it alone.
Keep a straight face.
And I've always lived like this
keeping a comfortable distance.
And up until now I had sworn to myself
that I'm content with loneliness.

Because none of it was ever worth the risk.

Well you are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.

I've got a tight grip on reality,
but I can't let go of what's in front of me here.
I know you're leaving in the morning
when you wake up.
Leave me with some kind of proof its not a dream.

You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.

You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.
You are the only exception.

I'm on my way to believing
And I'm on my way to believing

Rabu, 03 November 2010

Bruno Mars - Just the way you are

[Verse 1]
Her eyes, her eyes
make the stars look like they’re not shining
Her hair, her hair
falls perfectly without her trying
She’s so beautiful
And I tell her everyday (yeahh)
I know, I know
When I compliment her she won’t believe me
And it’s so, it’s so
Sad to think that she don’t see what I see
But everytime she asks me “Do I look okay?”
I say

[Chorus]
When I see your face
There’s not a thing that I would change
‘Cause you’re amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
‘Cause girl you’re amazing
Just the way you are

[Verse 2]
Her lips, her lips
I could kiss them all day if she let me
Her laugh, her laugh
she hates but I think it’s so sexy
She’s so beautiful
And I tell her everyday
Oh you know, you know, you know
I’d never ask you to change
If perfects what you’re searching for
Then just stay the same
So don’t even bother asking if you look okay
‘Cause you know I’ll say

[Chorus]
When I see your face
There’s not a thing that I would change
‘Cause you’re amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
‘Cause girl you’re amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
[Repeat Chorus]

Selasa, 02 November 2010

with bonchay

Bonchay.... dia tmn dari jaman masih culun, awut2an, kata orang makassar "rantasa'",,haha pokoke kenalnya dari jaman2 masih putih biru. kita satu sekolahan di Spendoe mks.





dulu nih kita berdua + kiky cewe' dll suka punya kegiatan2 gak penting sehabis pulang sekolah. Adaaa aja yg dilakuin. Dari hanya sekedar nongkrong gak jelas dpn RS. Pelamonia ampe sore atau "tour sekolah" maksudnya kesekolahan teman buat pulang bareng,,hahha. Hampir tiap hari ketemuan di sekolah tapi itu berlanjut ampe malam kadang2. hmm... sekarang baru kepikiran koq waktu itu gak bosan ya ketemu anytime ma anywhere!!? 






Pas kelas III kita berjodoh. kita satu kelas semuanya. jadi deh!!! tau kan maksudnya!! yup, jadi tambah gk jelas,,hihiiii. Sayang saya gak punya foto2 waktu kita dulu. coba punya, pasti dah dah di share deh. ada kiky cewe', kiky cowo', eky, cia, teman2 III2 kayak norma, waluyo, ujank, arman "alm.rizal"















Kita punya hubungan baik, dari putih biru ampe sekarang dah lulus kuliahan. yaa.. kira2 dah dua belas tahunan. smoga akan tetap baik. :)